Masukan kata kunci di sini

Post Unggulan

Daftar Acara TV dan Stasiun TV dengan Rating Tertinggi Terbaru Bulan November

DAFTAR ACARA TV , Ini dia gaes daftar acara TV dan juga Stasiun dengan rating tertinggi bulan November. Semoga aja daftar acara tv kalian m...

Warga Desa Bonagung Mendadak Kaya Karena Batu Akik Mani Gajah Purba

TERKINI, Demam batu akik di kalangan masyarakat belum mereda . Bahkan di Sragen ratusan warga memburu batu akik , menyusul keberadaan lahan batu fosil mani gajah purba yang ditemukan warga Desa Bonagung , kecamatan Tanon.


Setelah penemuan fosil mani gajah , warga sekitar mendadak kaya lantaran batu tersebut banyak diburu warga dari luar daerah. Dilokasi kejadian aktivitas penggalian batu mani gajah purba dilakukan oleh ratusan warga di Desa Bonagung sejak empat hari ini. Penggalian dilakukan dengan cara manual , menggunakan linggis , pacul, dan alat pencukil lainya.

Lokasi ladang bebatuan tersebut berada di lahan persawahan tak jauh dari pemukiman penduduk. Kepala Desa Bonagung Suwarno saat ditemui mengungkapkan , penemuan batu mani gajah purba sebetulnya sudah lama yaitu sejak 10 tahun  yang lalu. Namun, saat itu warga belum begitu tertarik dan belum mengetahui bahwa batu tersebut memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan banyak dicari oleh kolektor batu. Oleh warga setempat batu-batu itu dijual ke salah seorang kolektor batu di sekitar Museum Sangiran dan Semarang.

"Dulu sekitar tahun 1990, baru ada satu dua orang yang mencari. Saat itu 1 kilogram batu hanya dihargai Rp.3.500. Namun setelah warga mengetahui batu tersebut banyak diincar kolektor. Untuk satu bongkah batu kecil dijual dengan harga lebih dari Rp. 10 juta " kata Suwarno kepada wartawan.

Batu mani gajah purba memiliki ciri identik, selain memiliki serat yang indah, batu tersebut juga terasa lengket jika terkena panas matahari. Soal harga Suwarno mengaku , jauh lebih mahal dibanding jenis batu yang belakangan sudar beredar saat ini.

Semenjak informasi keberadaan ladang batu mani gajah purba menyebar , warga desa Bonagung, Kecamatan Tanon, langsung berburu batu. Pencarian batu mulia tersebut , dipimpin langsung kepala desa. Selain dibuat batu akik , sebagian pihak meyakinibatu tersebut memiliki khasiat untuk pengasihan dan pelarisan

Sumber : Koran Wawasan

TERKINI, Demam batu akik di kalangan masyarakat belum mereda . Bahkan di Sragen ratusan warga memburu batu akik , menyusul keberadaan lahan batu fosil mani gajah purba yang ditemukan warga Desa Bonagung , kecamatan Tanon.


Setelah penemuan fosil mani gajah , warga sekitar mendadak kaya lantaran batu tersebut banyak diburu warga dari luar daerah. Dilokasi kejadian aktivitas penggalian batu mani gajah purba dilakukan oleh ratusan warga di Desa Bonagung sejak empat hari ini. Penggalian dilakukan dengan cara manual , menggunakan linggis , pacul, dan alat pencukil lainya.

Lokasi ladang bebatuan tersebut berada di lahan persawahan tak jauh dari pemukiman penduduk. Kepala Desa Bonagung Suwarno saat ditemui mengungkapkan , penemuan batu mani gajah purba sebetulnya sudah lama yaitu sejak 10 tahun  yang lalu. Namun, saat itu warga belum begitu tertarik dan belum mengetahui bahwa batu tersebut memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan banyak dicari oleh kolektor batu. Oleh warga setempat batu-batu itu dijual ke salah seorang kolektor batu di sekitar Museum Sangiran dan Semarang.

"Dulu sekitar tahun 1990, baru ada satu dua orang yang mencari. Saat itu 1 kilogram batu hanya dihargai Rp.3.500. Namun setelah warga mengetahui batu tersebut banyak diincar kolektor. Untuk satu bongkah batu kecil dijual dengan harga lebih dari Rp. 10 juta " kata Suwarno kepada wartawan.

Batu mani gajah purba memiliki ciri identik, selain memiliki serat yang indah, batu tersebut juga terasa lengket jika terkena panas matahari. Soal harga Suwarno mengaku , jauh lebih mahal dibanding jenis batu yang belakangan sudar beredar saat ini.

Semenjak informasi keberadaan ladang batu mani gajah purba menyebar , warga desa Bonagung, Kecamatan Tanon, langsung berburu batu. Pencarian batu mulia tersebut , dipimpin langsung kepala desa. Selain dibuat batu akik , sebagian pihak meyakinibatu tersebut memiliki khasiat untuk pengasihan dan pelarisan

Sumber : Koran Wawasan

Share :

Facebook Twitter Google+

My Blog List

Popular Posts

Powered By Blogger